Home blog Penjelasan Mengenai RDBMS Beserta Perbedaannya Dengan DBMS

Penjelasan Mengenai RDBMS Beserta Perbedaannya Dengan DBMS

28 min read
Comments Off on Penjelasan Mengenai RDBMS Beserta Perbedaannya Dengan DBMS
0
6,035

Untuk sebagian orang, mungkin istilah database bukanlah suatu hal yang asing. Karena sejatinya saat ini database telah menjadi salah satu solusi yang banyak diterapkan untuk mengelola data dengan cara yang mudah tanpa harus susah payah jika ingin menyimpan data maupun mencari data yang dituju.

Selain itu, tentunya kita semua sudah tahu bahwa sekarang ini sudah banyak sekali perusahaan yang menerapkan sistem pengolahan database untuk menyimpan, membagi dan juga mengatur file-file berkas yang dimiliki oleh perusahaan tersebut agar terkelola dengan baik. Bukan hanya pada perusahaan, berbagai instansi juga banyak yang menerapkan sistem database ini.

Banyak sekali perkembangan yang terjadi pada sistem pengolahan database ini, sehingga juga dengan perkembangan tersebut pengolahan data yang ada pada database tentunya menjadi lebih mudah dari sebelumnya. Hal tersebut tentunya bukan tanpa alasan, pengolahan database mengalami perkembangan tentunya karena banyaknya kebutuhan pengolahan data dengan cara yang mudah dan juga menguntungkan.

Salah satu cara yang digunakan dalam pengelolaan database adalah dengan menggunakan DBMS atau Database Management System. Sudah banyak database yang dikelola dengan menggunakan sistem ini. Dengan adanya DBMS kita sebagai user diberikan kemudahan dalam mengelola data yang kita simpan pada database.

Namun, selain dengan DBMS ternyata ada cara yang lainnya yang bisa digunakan, yaitu dengan RDBMS atau Relational Database Management System. Mungkin sepintas kita akan mengira bahwa DBMS dan juga RDBMS adalah dua hal yang sama. Namun pada kenyataannya DBMS dan juga RDBMS merupakan dua hal yang berbeda.

Untuk sekarang ini, RDBMS merupakan salah satu teknologi yang paling banyak digunakan untuk pengelolaan database selain menggunakan DBMS. Hal ini karena RDBMS dapat memberikan kegunaan seperti tabel-tabel menjadi komponen untuk menyimpan data dari suatu objek yang kemudian tabel tersebut saling terhubung dengan tabel yang lainnya melalui sebuah kunci yang dimiliki oleh setiap tabel yang disebut dengan primary key.

hingga kini konsep RDBMS menjadi konsep yang populer dan banyak digunakan oleh pengguna. Konsep RDBMS ini merupakan konsep yang sederhana dimana data disajikan ke dalam bentuk tabel dua dimensi, yang terdiri dari baris (tuple) dan kolom (attribute).

Nah, untuk itu pada artikel kali ini mari kita membahas lebih dalam lagi mengenai RDBMS ini. Tentunya akan ada banyak manfaat yang kita dapatkan melalui pembahasan mengenai RDBMS ini. Untuk itu, silahkan simak penjelasan lengkapnya pada ulasan berikut ini.

Apa Itu RDBMS

RDBMS yaitu sebuah singkatan dari Relational Database Management System. RDBMS merupakan salah satu sistem pengelolaan database yang paling banyak digunakan untuk mengelola berkas atau data yang tersimpan pada database. Hal ini karena pada sistem RDBMS ini banyak memberi kemudahan dalam penggunaannya sehingga kita sebagai user tidak akan terlalu kesusahan dalam mengelola database yang kita bangun.

Seperti yang diketahui bahwa dalam model relasional, suatu database dibangun dengan banyak tabel. Sebuah tabel terdiri dari kolom dan dilengkapi dengan baris yang merupakan data atau konten. Namun, dalam mengolah suatu database yang terintegrasi diperlukannya suatu konsep untuk menghubungkan tabel yang satu dengan yang lainnya melalui kunci yang dimiliki. Itulah yang disebut dengan RDBMS (Relational Database Management System).

Sebuah sistem manajemen basisdata relasional atau dalam bahasa Inggrisnya dikenal sebagai relational database management system (RDBMS) adalah sebuah program komputer (atau secara lebih tipikal adalah seperangkat program komputer) yang didesain untuk mengatur/ memanajemen sebuah basisdata sebagai sekumpulan data yang disimpan secara terstruktur, dan melakukan operasi-operasi atas data atas permintaan penggunanya.

Data RDBMS disimpan dalam objek database yang disebut tabel. Tabel adalah tempat penyimpanan utama pada setiap RDBMS dan pada dasarnya mereka adalah koleksi entri data terkait. Sebagai contoh tabel yang disebut Users mungkin menyimpan informasi tentang banyak orang, dan setiap entri dalam tabel ini akan mewakili satu pengguna yang unik. Meskipun semua entri pengguna dalam tabel Pengguna yang unik, mereka terkait dalam arti bahwa mereka menggambarkan objek serupa.

Konsep RDBMS merupakan sistem yang mendukung adanya hubungan atau relationship antar tabel pada suatu database. Setiap tabel memiliki kunci yang disebut dengan primary key untuk dihubungkan ke tabel berikutnya yang memiliki foreign key. RDBMS menyimpan data ke dalam kelompok tabel , yang mungkin ya atau mungkin tidak setip tabel terkait pada bagian fieldnya (field adalah satu kolom dalam tabel). RDBMS juga menyediakan operator relasional untuk memasukkan atau meng-update maupun menghapus informasi yang disimpan ke dalam tabel database.

Contoh penggunaan DBMS ada banyak sekali dan dalam berbagai bidang kerja, misalnya akuntansi, manajemen sumber daya manusia, dan lain sebagainya. Meskipun pada awalnya DBMS hanya dimiliki oleh perusahaan-perusahaan berskala besar yang memiliki perangkat komputer yang sesuai dengan spesifikasi standar yang dibutuhkan (pada saat itu standar yang diminta dapat dikatakan sangat tinggi) untuk mendukung jumlah data yang besar, saat ini implementasinya sudah sangat banyak dan adaptatif dengan kebutuhan spesifikasi data yang rasional sehingga dapat dimiliki dan diimplementasikan oleh segala kalangan sebagai bagian dari investasi perusahaan.

RDBMS sudah banyak digunakan oleh berbagai vendor sejak tahun 1970-an. Seiring dengan berkembangnya keunggulan RDBMS, banyak perusahaan yang awalnya menggunakan model hirarki dan jaringan beralih ke model RDBMS. Sebab, model ini mudah untuk digunakan dan dipahami. Awalnya model ini hanya digunakan oleh perusahaan besar, namun kini sudah banyak jenis database yang menerapkan model RDBMS didalamnya, seperti Microsoft Access, MySQL, SQL Server, Oracle, PostgreSQL, OpenOffice Base dan FoxBase.

Arsitektur RDBMS memiliki banyak karakteristik yang membedakan dari model penyimpanan data lainnya. Perbedaan yang paling penting adalah pemisahan segi fisik dari segi logika suatu data. Dalam RDBMS, seluruh data secara logika tersimpan di dalam tabel-tabel, yang merupakan kumpulan dari baris dan kolom. Sistem pencarian data di dalam RDBMS menggunakan index yang merupakan struktur data yang terpisah dari tabel dan menyimpan hanya nilai terstruktur dari kolom-kolom dan alamat fisiknya. Disamping itu dengan didukung oleh penggunaan index dapat mempercepat proses pencarian data di dalam database.

Faktor penting lainnya dari arsitektur RDBMS adalah integrity constraints. Dengan Integrity Constraints tabel-tabel dihubungkan dengan key. Key adalah beberapa kolom atau kombinasi kolom kolom yang secara unique mengidentifikasi setiap tabel. Sebuah key yang secara unique bagi suatu tabel dapat berdiri sebagai kolom yang tidak unique bagi tabel lainnya. Integrity Constraints adalah aturan “build in” yang secara otomatis berpengaruh dalam mempertahankan integritas database.

Aturan-aturan integritas ini biasa dibuat atau dirancang oleh seorang perancang database. Karakteristik penting lainnya dari arsitektur RDBMS adalah adanya “Optimizer”. Optimizer adalah sebuah sistem pakar yang bertugas untuk menentukan cara pemrosesan yang paling efesien bagi suatu database.

Untuk membuat sistem basis data yang terintegrasi maka antara satu tabel dengan tabel lain mempunyai hubungan yang harus selalu diperlihara. Setiap tabel mempunyai sebuah primary key, primary key ini kemudian dihubungkan dengan tabel kedua dan menjadi foreign key untuk tabel kedua ini. Dengan relational database ini maka data akan secara konsisten disimpan di suatu tabel, kemudian tabel lain yang membutuhkan data lainnya tinggal menghubungkan melalui foreign key.

Sebagai contoh adalah database kampus yang terdiri tabel_mahasiswa, tabel_makakuliah dan nilai. Field dari tabel_mahasiswa adalah NIM, nama, alamat, tanggal lahir dengan primary_key NIM Field dari tabel_matakuliah adalah kode_matakuliah, nama_matakuliah, sks dengan primary_key kode_matakuliah. Untuk tabel nilai kita hanya perlu field NIM, kode_matakuliah dan nilai. Di sini NIM dan kode_matakuliah merupakan foreign_key untuk tabel tabel_mahasiswa dan tabel_matakuliah.

Fungsi RDBMS

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, RDBMS sendiri berfungsi untuk mempermudah pengguna untuk mengelola data ataupun berkas yang terdapat pada database. Hal tersebut karena RDBMS menggunakan relasi atau hubungan yang ada pada tabel-tabel yang digunakan untuk data yang ada pada database yang dibangun.

Pada dasarnya, relasional database merupakan jenis database yang dikelola oleh RDBMS (Relational Database Management System). Dimana relasional database merujuk pada penyimpanan data yang terstruktur ke dalam bentuk tabel, menggunakan baris dan kolom. Sementara RDBMS sendiri mengacu pada sistem bagaimana database tersebut menjaga data agar tetap konsisten.

Fungsi-fungsi dasar RDBMS terkait dengan membuat banyak tabel dalam satu database, membaca data yang terdapat dalam database, memperbarui struktur database, dan menghapus struktur yang tidak diperlukan lagi dalam database. Dengan kata lain, RDBMS memiliki fungsi dasar yang dikenal dengan istilah CRUD (Create, Read, Update, dan Delete).

Biasanya, RDBMS menyediakan kamus data dan metadata yang digunakan untuk menangani data. Hal itulah yang menyebabkan RDBMS memiliki fungsi untuk membuat hubungan (relationship) data antar tabel agar terdefinisi dengan baik.

Hubungan tersebut terjadi karena ditetapkannya suatu kunci yang disebut dengan primary key pada tabel pertama untuk dihubungkan ke tabel kedua yang memiliki kunci tamu (foreign key). Selain itu, RDBMS juga memiliki fungsi untuk mencegah terjadinya duplikasi data atau data yang berulang-ulang dan dapat digunakan untuk membangun sebuah database yang kompleks.

Kelebihan Dan Kekurangan RDBMS

Telah diketahui dari penjelasan di atas, bahwasannya berdasarkan fungsinya, pasti banyak manfaat yang bisa kita dapatkan dari penggunaan sistem RDBMS ini. Namun, disamping itu ternyata RDBMS juga memiliki beberapa kekurangan juga. Nah, berikut ini adalah kelebihan dan juga kekurangan yang dimiliki oleh RDBMS, antara lain :

Kelebihan

  • Mudah digunakan

Database relational dapat dibaca dan juga dipahami relatif lebih mudah dengan tipe database lain seperti databse tree dan database bertingkat yang lebih sulit. Kebanyakan mata kuliah ataupun lembaga bimbingan komputer tentang pemrograman pasti mengjarkan tentang database relasional sebagai dasar untuk memahami jenis database yang lebih komplek seperti database tree. Bentuk tabel dari database relasional yang berupa kolom dan juga baris dapat dengan mudah dibaca dan dipahami bagi pemula yang bahkan belum pernah mempelajari tentang pemrograman sekalipun.

  • Penggunaanya Fleksibel

Setiap data pada tabel yang ada pada database relasional yang datanya ingin diambil atau digunakan oleh program dapat dimanipulasi dengan operator operator tertentu. operator seperti ‘join’, ‘where’, dan ‘and’ dapat membentuk informasi yang dinginkan sehingga bentuk dan jumlah data bisa sesuai dengan kebutuhan program.

  • Keamanan yang baik

Pada database relasional, perancang database dapat menambahkan kendali keamanan dan juga authorisasi dengan mudah. Atribut dari database yang sensitif dapat di tempatkan pada tabel tersendiri dengan kendali keamanan yang spesial yang memerlukan ototentifikasi khusus. jika seorang user atau program memiliki ototenfikasi khusus ini, program atau user tersebut dapat mengambil data sensitif pada tabel. Sistem keamanan sepertini inilah yang membuat database relasional memiliki tingkat keamaman yang baik.

  • Tingkat presisi tinggi

Data yang diambil dari database relasional memiliki tingkat presisi yang tinggi. hal ini dikarenakan, database relasional melalukan berbagai macam operasi aljabar dan juga kalkulus relasional pada saat proses manipulasi relasi antar satu tabel dengan lainnya. Faktor ambiguitas data pun menjadi berkurang. Hal ini sangat berbeda pada tipe database lain yang memiliki hubungan kompleks antar tabel tabelnya.

  • Memungkinkan penggunaan bahasa pemrograman khusus query database dengan mudah

Database relasional memungkinkan penggunaan bahasa pemrograman khusus untuk query database. Hal ini membuat programmer dapat membuat suatu fungsi dengan lebih mudah. Salah satu contoh dari bahasa pemrograman query database adalah SQL. Pada tipe database lain yang lebih kompleks, penggunaan bahasa pemrograman untuk query database lebih sulit diterapkan atau memiliki batasan yang besar untuk diterapkan.

  • Lebih mudah mencapai kemandirian Data

Data yang mandiri adalah data yang tidak terikat antara satu data dengan data lain yang memiliki tingkatan lebih rendah. Kemandirian data ini akan sangat penting untuk dicapai untuk tipe database manajemen yang terpusat. karena bila tidak dicapai, sistem database akan memiliki beban yang tinggi dan bahkan bisa menjadi kacau. Pada database relasional, pencapaian kemandirian data data dicapai menggunakan normalisasi struktur. dan Normalisasi struktur pada database relasional lebih mudah diterapkan daripada penerapan di tipe database lain yang lebih kompleks.

Kekurangan

  • Penggunaan space pada penyimpanan relatif tinggi

Data yang terpisah pisah namun terhubung satu dengan yang lainnya tentu akan membutuhkan space penyimpanan yang lebih tinggi daripada data yang hanya tersimpan menjadi satu bagian. Data yang terpisah pisah tersebut apalagi memiliki kemungkinan untuk digunakan dengan operasi join yang menggabung gabungkan data menjadi satu sehingga kecepatan write dan read pada space penyimpanan menjadi sangat berpengaruh.

Apalagi jika didalam data terdapat tipe data yang tidak dapat dikategorisasikan di dalam database relasional seperti data gambar, data music, dan data multimedia lainnya yang perlu disimpan. membuat semakain bertambahnya space yang diperlukan jika menggunakan database relasional untuk menyimpan data data ini.

  • Kemampuan komputasi yang dibutuhkan relatif tinggi

Database relasional menyembunyikan kekomplekskan penggunaan aljabar dan juga kalkulus dari sisi pengguna. Penggunaan database relational akan membutuhkan tingkat komputasi yang tinggi karena pada setiap operasi yang dilakukan. berbagai komputasi untuk dapat merelasikan antara data pada tabel satu dengan data pada tabel yang lainnya juga perlu dilakukan.

  • Ekstrasi dari data relatif lambat

Perbandingan kecepatan ekstrasi data antara database relasional dan tipe database lainnya cenderung lebih lambat. Data yang diorganisir secara hirarki tentu lebih cepat diekstrasi daripada data yang perlu di ekstrak dengan direlasikan dahulu dengan tabel data lainnya.

  • Diperlukan pemahaman yang baik tentang perancangan desain database relasional

Kemudahan pada penggunaan dan perancangan database relasional dapat menjadi boomerang untuk keperluan yang tingkatannya lebih tinggi. Seorang perancang database relasional yang tidak tahu dengan bagaimana cara data nya direlasikan dapat membuat sebuah database relational dengan desain yang buruk dan membuat performa dari ekstrasi maupun penyimpanan database menjadi buruk juga.

  • Terbatasnya struktur database

Pada saat perancangan database, diperlukan pengaturan berupa batasan panjang dari data. jika terdapat kesalahan perancangan seperti jumlah panjang data yang dispesifikan lebih pendek dari panjang data yang akan disimpan, data akan otomatis dipoting dan ini merupakan hal yang tidak diinginkan.

  • Terisolasinya data

Pada penerapannya, database relasional yang komplesk seringkali berubah menjadi semacam sebuah pulau pulau informasi, dimana akan sangat sulit sekali untuk melakukan sharing informasi dari sistem besar semacam ini ke sistem besar lainnya.

Pada sebuah instasi besar misalnya, tiap divisi divisi dari instansi biasanya memiliki database sendiri sendiri. akan dibutuhkan waktu dan juga biaya yang sangat besar untuk membuat sebuah program yang dapat menghubungkan data antara dua divisi berikut karena sifat database relasional yang akan semakin kompleks dengan semakin banyaknya tabel yang dimilikinya.

Perbedaan DBMS Dengan RDBMS


Seperti yang telah disinggung pada awal artikel ini, sistem yang paling banyak digunakan untuk mengelola database adalah dengan menggunakan DBMS dan juga RDBMS. Namun, banyak orang yang beranggapan bahwa DBMS dan RDBMS adalah dua hal yang sama. Padahal, pada kenyataannya keduanya adalah hal yang berbeda.

Banyak orang yang menganggap bahwa RDBMS dan DBMS memiliki fungsi untuk menyimpan informasi dari suatu database. Padahal kedua istilah itu berbeda. Sebab, RDBMS bukan hanya sekedar menyajikan data sebagai kumpulan dari baris dan kolom tetapi juga menciptakan integritas yang dihasilkan database tersebut.

Perbedaan utama RDBMS dan DBMS adalah RDBMS menyimpan data dalam bentuk tabel yang terdiri dari kolom dan baris. Apakah dengan begitu dalam DBMS tidak terdapat tabel? Boleh jadi dalam DBMS memiliki tabel, namun tabel tersebut belum direlasikan satu dengan yang lainnya. Dengan adanya RDBMS, data yang terdapat dalam satu tabel dapat dihubungkan dengan tabel yang lain. Sedangkan dalam DBMS, data disimpan sebagai file.

Dalam DBMS, data biasanya disajikan dalam model hirarki atau jaringan. Itulah yang menjadi keterbatasan model hirarki karena tidak dapat mengakomodir banyak persoalan dalam suatu database. Berbeda dengan RDBMS, dimana data yang tersimpan dalam tabel memiliki kunci pengenal yang disebut dengan primary key. Nilai dari primary key disimpan dalam tabel. Dengan begitu, data mudah untuk diakses dan diperbarui oleh system. Selain itu, RDBMS juga dapat mengakomodir banyak persoalan logis dalam database.

Dengan adanya kunci primer atau primary key yang terdapat dalam suatu tabel maka akan mencegah terjadinya redundansi data. Itulah yang dimiliki oleh RDBMS. RDBMS menyediakan proses normalisasi. Sedangkan pada DBMS, normalisasi tidak dilakukan karena tidak adanya kunci yang membedakannya.

RDBMS dirancang khusus untuk menangani data yang berukuran besar dan memiliki banyak pengguna, sedangkan DBMS hanya mampu menangani data yang berukuran kecil dengan jumlah pengguna yang terbatas. Dengan begitu, RDBMS menerapkan keamanan, seperti ACID (Atomicity, Consistency, Isolation and Durability) untuk meningkatkan integritas suatu database.

Demikianlah penjelasan mengenai RDBMS yang mana merupakan sebuah sistem yang paling banyak digunakan dalam pengelolaan database selain DBMS. Mulai dari pengertian, fungsi, kelebihan dan kekurangan serta perbedaan antara RDBMS dengan DBMS. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua dan dapat memberikan ilmu agar kita tidak salah menggunakan sistem untuk mengelola database.

Load More Related Articles
Load More By admin
Load More In blog
Comments are closed.

Check Also

Penjelasan Mengenai Oracle, Salah Satu Database Paling Banyak Digunakan Di Dunia

Penggunaan database di era modern seperti sekarang ini sudah banyak sekali digunakan sebag…