Home blog Menghubungkan Jaringan Internet Dengan Hub dan Switch

Menghubungkan Jaringan Internet Dengan Hub dan Switch

14 min read
Comments Off on Menghubungkan Jaringan Internet Dengan Hub dan Switch
0
8,395

Nah, untuk kamu yang sedang bekerja dikantoran, pernah nggak memperhatikan kabel-kabel yang terhubung dengan CPU? Kalau kamu pernah memperhatikannya, kamu pasti mengetahui dari mana asal kabel itu. Nah, beberapa kantor menggunakan sebuah perangkat yang mana ketika disambungkan ke satu CPU ke CPU lain akan tersambung secara otomatis dan bisa bermain internet. Nah, kali ini saya akan membahas alat apa yang bisa terhubung secara otomatis ketika kita sambungkan dari satu komputer ke komputer lainnya. Penasaran? Yuk, simak ulasan berikut ini.

Pengertian Hub

Hub atau lebih dikenal dengan istilah “Network Hub” yang merupakan perangkat keras berbentuk jaringan yang dimana jaringan pada satu komputer akan disambung ke komputer lainnya secara bersamaan dengan menggunakan sebuah port Hub yang sudah tersedia.

Perangkat ini memiliki beberapa input atau output port, dimana sinyal yang akan dikenalkan pada input setiap port akan muncul pada output dari setiap port terkecuali yang asli. Hub juga berfungsi pada lapisan fisik dari model OSI. Selain port standar, ada beberapa hub yang dilengkapi dengan konektor BNC atau “Lampiran Antarmuka Unit (AUI)” untuk memungkinkan koneksi ke segmen jaringan 10BASE2 atau 10BASE5 warisan.

Hub mempunyai beberapa port (lubang) yang tergantung dari variasinya, dimana ada yang memiliki 4 port, 5 port, 8 port, dan sebagainya. Jika kamu ingin menggunakan Hub dalam menghubungkan satu paket kedalam satu port, maka port yang lain akan terhubung secara otomatis dengan internet.

Nah, selain hub mempunyai beberapa port yang bisa menghubungkan internet ke tempat lainnya, kamu juga harus mengetahui bahwasannya Hub memiliki 2 tipe, yaitu Hub Aktif dan Hub Pasif, yang dimana Hub Aktif memiliki fungsi repeater (alat yang berguna untuk mengulang dan meneruskan kembali signal ke daerah sekitar perangkat ini) dan Hub Pasif memiliki fungsi yang di mana memisahkan dan membagi sinyal yang masuk untuk ditransmisikan ke dalam jaringan.

Pengertian Switch

Switch merupakan sebuah perangkat keras yang terdapat pada jaringan komputer dan digunakan untuk menghubungkan antar beberapa Hub dalam membentuk jaringan komputer yang lebih besar atau menghubungkan beberapa komputer yang memiliki kebutuhan bandwidth yang besar. Switch juga memiliki banyak port yang digunakan untuk menghubungkan komputer yang terdiri antara 8 port, 16 port, 24 port dan seterusnya. Switch beroperasi pada layer dua (Data Link Layer) dari OSI model.

Switch juga bisa dikatakan suatu perangkat atau Device yang berfungsi sebagai media pengatur dan pembagi sinyal data dari suatu komputer ke komputer lainnya yang terhubung pada perangkat tersebut. Port yang terdapat pada switch dimungkinkan untuk diatur dalam dukungan kecepatan seperti 10 Mbps, 100 Mbps, 1.000 MBps atau bisa juga disetting pada auto.

Jenis-jenis Switch

Perlu kamu ketahui, kalau Switch ternyata mempunyai jenis-jenis yang berbeda, antara lain sebagai berikut:

1. Fast Forward (Cut through)

Jenis switch yang pertama ini hanya melakukan pengecekan alamat tujuan yang terletak pada header frame. Kemudian frame ini akan dilanjutkan kepada pemilik rumah yang di tuju. Kondisi yang terjadi inipun dapat membuat latency time (jeda waktu yang dibutuhkan dalam pengantaran paket). Meskipun begitu, switch jenis ini merupakan yang tercepat di jenisnya.

2. Store and Forward

Switch dengan jenis ini biasanya akan menyimpan frame untuk rentang waktu tertentu yang kemudian akan di cek terlebih dahulu oleh sistem CRC (Cyclic Redudancy Check) yang kemudian akan diteruskan menuju pemilik rumah yang menjadi tujuannya. Jika ditemukan adanya frame yang error, maka akan dibuang. Switch ini merupakan switch yang paling dipercaya di antara yang lainnya.

3. Modified Cut through atau Fragment free Switch

Switch jenis ini akan melakukan pemeriksaan pada 64 byte pertama dari frame. Jika ada frame yang mengalami kesalahan dikarenakan tabrakan, maka frame tersebut biasanya tidak akan diteruskan. Hal ini akan selalu menjamin frame untuk sampai pada tujuan yang dimaksud. Jumlah 64 byte ini dipilih karena merupakan jumlah minimum yang dianggap krusial dan penting untuk melakukan pengecekan apakah seuah frame baik-baik saja atau error.

4. Adaptive Switching

Switch dibuat untuk dioperasikan pada cut through dengan model yang normal seperti biasanya. Namun jika ditemukan kewalahan yang dianggap terlalu tinggi, maka switch biasanya akan melakukan konfigurasi kembali secara otomatis yang kemudian akan dijalankan pada mode store and forward.

Namun, Apakah Perbedaan Antar Keduanya?

Hub dan Switcht terdapata beberapa perbedaan antara lain sebagai berikut:

  • Tingkat Kehandalan

Banyak yang bingung, sebab tersebarnya beberapa informasi yang didengar kalau Switch lah jaringan yang handal. Mengapa? Karena Switch menggunakan sistem seleksi untuk semua perangkat termasuk komputer yang terhubung dengan Switch.

Namun, Hub tidak bisa melakukan hal yang sama seperti Switch sebab Hub hanya menerima sinyal dari setiap port yang ada pada Hub. Dan Hub juga tidak memiliki kemampuan untuk menyeleksi port yang bisa menerima silnyal.

  • Kecepatan Transfer Data

Sama dengan pembahasan sebelumnya, bahwa Switch bisa menyeleksi perangkat yang akan mengirim atau menerima sinyal. Dengan kelebihan ini, tentu saja Switch memiliki transfer data yang lebih cepat karena Switch akan langsung mengirimnya sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan.

Berbeda dengan Hub, karena Hub akan mengirim atau menerima sinyal dari semua port, maka kecepatan transfer data pun dibagi-bagi sesuai dengan port yang ada. Hal inilah yang menyebabkan Hub memiliki transfer data yang lebih lama dari pada mengirim data yang dilakukan Switch.

  • Sistem Bekerja Pada OSI Layer Berbeda

Hub dan Switch mempunyai fungsi yang memang terlihat sama, namun perbedaan antara Hub dan Switch ada terdapat pada OSI Layer yang singkatan dari “Open System Interconnection”. Dimana OSI Layer adalah sebuah model referensi dengan bentuk menyerupai kerangka konseptual yang menjadi patokan untuk standar koneksi pada sebuah komputer dan mempunyai 7 tingkatan yang berbeda.

Untuk Hub sendiri bekerja pada OSI Layer yang pertama, di mana sebuah Layer fisik yang hanya bisa mengirimkan data melalui transmisi alias hanya mampu untuk mengirim data saja. Sedangkan untuk Switch menggunakan OSI Layer kedua, di mana bisa menambahkan MAC Address pada paket berupa Data Link.

  • Cara Kerja yang Berbeda

Dari OSI Layer pun sudah berbeda, otomatis Switch dan Hub pun memiliki cara kerja yang berbeda juga. Yang dimana, penggunaan Hub sendiri hanya bisa menerima dan mengirimkan sinyal-sinyal listrik dari kabel yang sudah disambung.

Sedangkan kalau Switch sendiri mempunyai cara sendiri yang dimana cara kerjanya lebih kompleks di mana tidak hanya bisa mengirim atau menerima sinyal saja, namun Switch mampu untuk melakukan porses informasi yang ada di Layer Data Link berupa informasi MAC Address dari setiap komputer atau perangkat yang disambungkan ke komputer.

  • Sistem Pengaturan

Jika kamu ingin pengaturan yang simpel, maka pilihlah Hub. Tapi sebenarnya, Hub ini tidak bisa diatur sama sekali. Namun, apa bila kamu menggunakan Hub, maka kamu bisa langsung menikmati fungsi Hub secara langsung tanpa harus ribet mengaturnya.

Sedangkan jika kamu menggunakan Switch, maka kamu harus mengatur pengaturan terlebih dahulu, sebab Switch berlaku untuk tipe manage dan smart manage saja. Kamu bisa mengatur, seperti memblokir dan mengizinkan perangkat mana yang boleh tersambung dengan Switch. Dan kamu juga bisa mengatur untuk pembagian segment di jaringan LAN, baik menjadi dua jaringan atau lebih, hal inilah yang disebut dengan istilah Virtual LAN / VLAN.

  • Sistem Keamanan

Perbedaan lainnya antara Hub dan Switch ialah terletak pada sistem keamanannya. Untuk Hub sendiri tidak ada yang namanya pemeriksaan data yang dikirim. Jadi, baik pengirim atau penerima akan mendapatkan data yang utuh.

Tapi lain halnya dengan Switch, kamu belum tentu akan mendapatkan data yang utuh saat menerima data melalui Switch. Bukan karena Switch tidak bisa menerima atau mengirim data secara utuh, hal ini disebabkan Switch akan selalu memeriksa setiap data yang dikirim untuk memastikan setiap data yang dikirim aman. Jadi, bisa dibilang bahwa untuk sistem keamanan data, maka Switch lebih unggul karena penerima tidak akan mendapatkan data-data yang dianggap merugikan atau mencurigakan.

  • Perbedaan Harga

Apakah kamu memiliki rencana untuk membeli Hub atau Switch? Namun sebelum membelinya, kamu harus mengetahui juga perbedaan harga Hub dan Switch. Ketika kamu sudah mengetahuinya bahwa Switch memang memiliki fitur yang lebih mampu untuk melaksanakan tugasnya dengan baik dibandingkan dengan Hub. Bisa ditarik kesimpulan dengan dilihat dari segala kelengkapan fiturnya, memang Switch ini lebih mahal dibandingkan dengan Hub.

Sedangkan Hub, kamu masih bisa menemukan harga di bawah mulai 100 ribuan, sampai lebih dari 300 ribuan. Nah, untuk Switch, kamu harus merogoh kocek lebih dalam. Pasalnya, untuk Switch dijual dengan kisaran harga ratusan ribu rupiah bahkan jutaan, tegantung merek dan tipenya.

Nah, itulah penjelasan mengenai Hub dan Switch yang dimana bisa menghubungkan ke dalam jaringan internet apabila jika menggunakan kabel khusus yang dicolok ke satu komputer maka akan tersambung otomatis ke komputer lainnya. Adanya materi ini, mungkin dapat membantu kamu untuk menambah wawasan.

Load More Related Articles
Load More By admin
Load More In blog
Comments are closed.

Check Also

Penjelasan Mengenai Oracle, Salah Satu Database Paling Banyak Digunakan Di Dunia

Penggunaan database di era modern seperti sekarang ini sudah banyak sekali digunakan sebag…